Untuk yang hatinya sedang bingung. Diam terpaku pada pertengahan alur cerita yang terlanjur dimulai. Dimana kamu adalah mutlak pemeran utamanya. Dengan perasaanmu yang begitu menggunung. Seluruh ruang hatimu yang telah sesak oleh namanya. Juga jiwamu yang sepenuhnya telah terpenjara oleh besi-besi keegoisan. Diammu tak akan membawa hadiah apapun. Ini bukan semacam undian, dimana hatimu menjadi taruhan. Harus sedalam apalagi kamu merasa dikecewakan. Sudah tak berfungsi kah seluruh indera mu?
Untuk yang hatinya sedang bingung. Meraba-raba apakah hatinya benar masih milikmu. Mengingat-ingat sudahkah ia membalas pesan terakhirmu. Juga kapan terakhir kali kalian bertukar panggilan sayang. Sekali lagi memundurkan waktu demi mendapat pembelaan atas segala keambisiusan untuk tetap memilikinya.
Untuk yang hatinya sedang bingung. Benarkah hanya kamu satu-satunya kabar yang selalu ia nantikan muncul di tiap-tiap layar ponselnya menyala. Benarkah ia juga memiliki rasa antusias yang sama saat kamu memberi isyarat untuk adanya sebuah pertemuan.
Cinta yang hangat tak akan terwujud jika hanya ada satu sisi. Hangat tak akan tercipta jika hanya punya satu telapak tangan, begitu pun dengan cerita yang kalian miliki. Bagaimana bisa kamu membangun cerita yang hanya ada kamu di dalamnya. Sekalipun dongeng kalian baru dimulai, bukan berarti ia bisa pergi dan hilang dari kerajaan. Sekali lagi, diammu tak akan membawakanmu hadiah apapun. Kecuali jika kamu menginginkan akan adanya bendera kuning untuk dongengmu sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar