lepas
Di ujung sajadah pada dinginnya malam, pada satu-satunya yang menjadikan kemungkinan dari tiap-tiap ketidak-adaan. Inginku tak lagi menyebutmu. Entah bagaimana cara kerjanya sampai hanya namamu yang selalu dengan mudah kusebutkan. Mati-matian menjauh. Padahal masih sangat ingin dekat. Sakit-sakitan melupa. Padahal masih sangat ingin diingat. Pada ribuan kali malamku, ini yang paling berat. Meminta agar disana, kamu tak lagi ingat. Satu-satunya cara agar kita sama-sama tak lagi terjerat. Adalah saling melepas meski banyak rindu tersirat.
Sepenuhnya Berhenti
Pembelaan diri dari beratnya beban melupa seringkali membuat lupa diri. Lelahnya melangkah sendiri seringkali menjadi alasan ingin kembali. Haruskah hati terluka lagi oleh orang yang mati-matian dihindari?
Biar saja, aku memang belum sepenuhnya berhenti. Dari cerita yang sebenarnya sudah lama kamu akhiri.
Biar saja, aku memang belum sepenuhnya berhenti. Dari indahnya mimpi yang pernah sama-sama kita susun rapih.
Biar saja, aku memang belum sepenuhnya berhenti. Dari sulitnya merindu seorang diri.
Biar saja, aku memang belum sepenuhnya berhenti. Dari nyamannya bahu yang selalu kucari-cari.
Biar saja..
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
pergi dan hilanglah. seperti saat kamu benar-benar yakin untuk memberikan jarak diantara kita. katamu, bersama tidak akan sama jika aku teta...
-
Aruna menutup pintu kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur. Matanya lurus menatap langit-langit kamar. Pikirannya terbang...
-
-AWALAN Izinkanku bercerita, tentang kisahku yang singkat. Dimulai saat aku kembali mengingat, tentang kamu yang tak bisa lagi k...
-
Pada setiap jumpa yang terjadi, selalu tertinggal rindu disini. Kemarin, hari ini, atau esok hari dengan yakin telah kulapangkan hati untuk ...
-
Dari kata, Sunyimu adalah luka. Dari jutaan kata yang ada, tak satupun ucap mampu merangkainya menjadi satu kalimat penjelas. M...