Sedari awal, kita adalah sebuah kerumitan yang kita ciptakan sendiri. Kita membawa kutub yang sama. Alih-alih saling membahagiakan malah berujung kepura-puraan. Lalu kita paksakan, meski kita punya banyak penolakan. Kita percaya tentang adanya perubahan di tengah-tengah alur cerita. Kita terus memaksa bersama meski seringnya tak sama. Kita ciptakan ilusi-ilusi indah agar mereka percaya bahwa sejatinya kita bahagia. Kita sepakat melupakan hakikat nikmatnya saling mencinta. Kamu mengajariku caranya membuat lengkungan sempurna di garis bibir. Dan aku membuatmu mengerti tentang fungsi dibalik bahumu yang kokoh. Lalu kita saling bertukar dimensi. Semakin lama, kita semakin saling menyakiti. Luka demi luka kita buat sendiri. Kita tidak saling menikmati perjalanan ini. Mimpi-mimpi kita hanya terpaku dengan seberapa tinggi nilai yang mereka beri.
Sedari awal, kita adalah sebuah kesalahan. Kita buat titik tengah antara dua kisah yang semestinya masih bisa dipertahankan. Mengatas-namakan rasa bosan, kita sembunyikan satu ikatan. Saling membodohi pasangan yang mati-matian berusaha tetap mempertahankan.
Sedari awal, kita adalah pemaksaan.
Sedari awal, ini adalah pengkhianatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar