Untukmu, diriku sendiri


Untukmu yang kusayang, seberapa pentingkah perhatian dari mereka? Sampai membuatmu lupa bahwa mereka sepenuhnya bukan sebuah kewajibanmu, begitu pun sebaliknya. Sadarlah, akan ada dosa-dosa kecil yang terus kau timbun jika melulu masih begini. Turunkan kepalamu. Pandanganmu begitu berharga untuk bisa mereka dapatkan. 
Untukmu yang kusayang, masihkah kau tak menyadarinya? Tentang apa-apa yang boleh terlihat dan tidak. Tentang bagaimana dirimu tertutup jubah anggun dengan seharusnya. Mereka terlalu liar untuk bisa menjamahi keindahanmu dengan sepasang mata nakalnya. Indahmu tak pantas dinikmati begitu saja.

Untukmu yang kusayang, tak mampu kah kau melawan semuanya? Hingar-bingar dunia yang masih menjadi tujuan dalam berjalanmu. Mencari dan terus mencari tentang segala yang belum kau miliki. Tak mampu kah kau menyelaraskan langkahmu? Membersamai setiap jengkal waktu dengan garis lurus yang sebenarnya telah lama terpatri dalam hatimu. 

Untukmu yang kusayang, bisa kah kau berhenti sebentar saja? Semuanya memang telah membuatmu terlena. Sampai kau tak sadar sudah sejauh mana kau terbuai. Mengikuti kerlap-kerlip lampu yang terlihat menyenangkan, padahal justru akan menghancurkan. Sanggupkah kau memutar langkahmu? Jangan biarkan otakmu terus memusuhi hati kecilmu. Hatimu ingin didengar. Sejak kapan kau mulai tak terkendali seperti ini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts